The journey from Fay's perspective..

Jumat, 01 April 2011

MacroPhotografi


Macrofotografi semakin banyak peminatnya dari waktu ke waktu, boleh jadi karna salah satu alasannya karna kekaguman kita terhadap sesuatu yg luar biasa yg tidak cukup nampak oleh mata kita secara langsung. Alasan diatas saya persempit dari objek foto makro yg begitu luas, Mengapa ? karna saya ngin mengarahkan pembicaraan ini pada objek binatang kecil dan Objek lain semisal butir. 
Macrophotografi sendiri adalah aliran fotografi yg melihat segala sesuatu dalam dunia yg lebih kecil guna mengeksplorasi detil dan tekstur sebuah objek yg tidak nampak secara kasat mata. 
Dalam tulisan ini saya tidak akan mengupas secara mendalam tentang macrophotografi dalam artian yg luas, baik mengenai peralatan maupun teknik dalam membuat sebuah foto macro. Karna begitu banyak cara yg digunakan para macromania dari yg sederhana sampai pada tingkatan sangat canggih. Saya hanya ingin berbagi mengenai cara yg biasa saya gunakan dalam merekam objek makro. 


Setidaknya ada 4 cara dalam membuat fotomacro berkenaan dengan alat yg dibutuhkan : 



1. Lensa Macro 



Dari semua alat yg digunakan untuk membuat foto makro boleh jadi inilah yg paling baik dan menghasilkan gambar yg sempurna. Sebagai lensa normal lensa makro dapat berfungsi secara optimal dimana ketajaman, kekontrasan, dan fokus secara manual maupun otomatis berjalan sempurna. 
Jika anda ingin mendalami fotografi makro secara serius dan memiliki anggaran yg cukup, ini adalah pilihan terbaik menurut saya. Dipasaran ada beberapa pilihan diantaranya adalah : 



- Lensa macro normal : 50 mm – 65 mm 
- Lensa macro mid tele : 90 mm – 105 mm 
- Lensa macro tele : 150 mm – 180 mm 



2. Extension tube 


yaitu semacam logam yang memiliki fitting bayonet di kedua ujungnya yg berfungsi sebagai penghubung elektronik dari lensa ke kamera. Alat ini dapat meningkatkan pembesaran tergantung dari berapa kali pembesaran dan berapa banyak alat ini terpasang pada sebuah kamera. Yg perlu diperhatikan adalah semakin banyak gabungan extesion tube maka akan semakin lama pula exposurenya sehingga kemampuan mode auto akan berkurang. 



3. Flter Close up 


Filter ini memiliki tingkat pembesaran yang beragam, dipasaran umum yg ada mulai +1 - + 10 dan dapat dibeli secara terpisah ataupun satu set. Penggunaan filter ini seperti filter2 pada umumnya yaitu direkatkan di bagian depan lensa. Dampak yg timbul dengan penggunaan alat ini adalah akan menurunkan DOF ( dept of field ) atau ruang ketajaman sehingga diperlukan bukaan diafragma kecil. Semakin tinggi tingkat pembesaran maka jarak terhadap objek akan semakin dekat. Yg paling banyak digunakan oleh peminat macrofotografi adalah Raynox DCR 250



4. Reverse Ring 


Mungkin alat ini yg paling banyak digunakan para peminat fotomakro, alasan utamanya adaah harga yg terjangkau. Reverse Ring adalah sebuah linkaran logam dengan fitting bayonet yg berfungsi menyambung bagian muka lensa dengan kamera atau dengan kata lain posisi lensa terbalik dari biasanya. Dengan menggunakan reverse ring otomatis hanya dapat menggunakan mode manual karna merupakan penghubung non elektronik. Hasil yg direkam dengan bantuan alat ini cukup tajam meski DOF cukup sempit. 



Apa yg perlu diperhaikan dalam membuat foto makro ? 


Secara umum hal ini yg menjadi perhatian dalm membuat sebuah foto macro adalah 




Lighting ( Pencahayaan) 


Pencahayaan dalam membut foto macro sangat beragam dan unik, karna para peminat macrophotografi berkreasi dengan caranya masing2. saya merangkum setidaknya ada 4 cara yg biasa digunakan oleh para peminat macrofotografi : 



A. Cahaya Matahari 



Cahaya ini sungguh luar biasa buat saya, murah karna tersedia secara gratis dan sempurna karna penyebaran cahaya ke setiap sudut ruang ketajaman merata. 
Saya akan membahas lebih dalam pada pembahasan selanjutnya, tentunya adalah cara yg biasa saya gunakan. 



C. Ring Flash 



Flash yg berbentuk lingkaran yg melingkari lensa. Hasil pencahayaannya cukup merata meski terkesan kuat. Ring Flash cukup berat sehingga cukup menjadi kendala ketika membuat foto makro, shake seringali tidak terhindarkan karna beban yg berat. Harga Ring Flash yg branded cukup mahal meski kini telah banyak dijual merk lain yg cukup terjangkau. 



D. Flash external di beri diffuser 


Penggunaan flash external dengan pemberian diffuser didepannya menjadi perhatian cukup besar bagi peminat foto makro, salah satunya harga diffuser yg terjangkau. Penyebaran cahaya dengan alat ini juga cukup merata dan berbaur dengan cahaya matahari. Hanya saja karna bentuknya yg besar cukup mengganggu bahkan menakuti hewan2 kecil yg sensitive teradap benda asing. 

LOMO

Zaman sekarang banyak banget orang yang cinta Fotografi. Punya kamera SLR udah jadi tren. Tapi dengan kebutuhan yang melambung bisa bikin kita pening. Butuh banyak banget duit. Nah, mau yang murah, menarik, seru, fun, dan gak butuh pinter-pinter fotografi, jawabnya adalah LOMO atau Lomography.

Bahasa aneh apapula itu? Lomografi? Tenang, kita bakal kasih tau biar gak ketinggalan jaman. Sebenarnya Lomografi ini ini adalah sebuah trademark dari produk Lomographische AG asal Austria. Nama ini dilisensikan dari perusahaan LOMO PLC di St. Petersburg, Russia. Kamera LOMO kependekan dari Leningradskoye Optiko-Mechanichesckoye Obyedinenie.
Kamera LOMO LCA 35 mm memiliki lensa yang nggak biasa yang menghadirkan banyak distorsi di bagian tepi gambar dan gambar yang jernih di bagian tengah. Kamera jenis ini dipopulerkan oleh seorang pengusaha asal Austria yang memiliki galeri internasional.
Lomography menghadirkan gaya fotografi yang kasual dan lebih dekat dengan gaya snapshot, gangguan foto seperti over-saturated colors, lens artifacts, dan cacat gara-gara exposure malah menghasilkan efek yang abstrak. Kamera ini bagus banget untuk dipakai sehari-hari karena ukurannya kecil, dan kemampuannya untuk mengambil gambar di daerah yang cahayanya rendah (mendorong maraknya candid photography).
Kalau Eastman Kodak punya konsep “Kodak moment”, maka Lomography punya konsep “don’t think, just shoot” yang mengandalkan pada spontanity, close-up dan tidak terlalu memikirkan tehnik foto formal.
Lomographer adalah komunitas para fotografer Lomography, mereka adalah komunitas penggemar kamera kompak Lomo dan kamera plastik mainan lainnya. Lomo diambil dari nama perusahaan persenjataan dan optik Rusia yang menghasilkan kamera kompak tersebut. Kamera kompak pertama buatan pabrik ini diberi nama Lomo Kompakt Automat atau lebih dikenal LC-A ( Lomo Compact Automatict). Lomographer memilih kamera ini karena kemudahan dan tak perlu memikirkan hal-hal sangat teknik, yang dipentingkan adalah moment, warna, bentuk, dan gambar itu sendiri.
Perkembangannya tidak hanya satu jenis kamera, ada bermacam kamera yang selalu lomographer gunakan, seperti Holga kit, Colorsplash camera, Horizon 202, Pop 9, Action sampler, Cybersampler, Super Sampler, 3D Camera set, Smena 8 dan Seagull TLR. Seribu kata tak cukup untuk merasakan dan memahami komunitas ini, jika tidak ikut mencoba.
So, chose your gear, don’t think just shoot.. Jangan takut jika karya yang dihasilkan jelek, karena tiap gambar yang dihasilkan adalah sebuah keindahan, jika tidak untuk teman sekamar anda maka komunitas ini pasti mendukung karya kamu, jadi gabung aja sama para lomographer dunia untuk membuat dunia lebih berwarna. Untuk menjadi komunitas lomo dunia cukup klik www.lomography.com. Stop thinking, just shoot!

Rabu, 16 Maret 2011

Wedding Photography


Wedding of Ismarani and Firman

Membuat foto untuk seseorang di hari istimewa mereka tidak sesulit beberapa mungkin berpikir.Namun, bukan hanya tentang mengambil gambar baik. Mengetahui apa peralatan untuk memiliki, penggunaan dasar dan peralatan yang bagaimana menjadi kreatif bahkan akan memungkinkan Anda untuk membuat foto berkesan seperti seorang fotografer profesional. Tujuan utama dari pernikahan fotografi adalah untuk menangkap momen selamanya dan untuk menceritakan kisah dari awal sampai akhir. 
Ketika datang ke peralatan, jangan menganggap bahwa Anda harus memiliki kamera digital terbaru dan terbesar, lensa dan lampu kilat. Banyak orang berpikir bahwa memiliki peralatan dolar atas akan memungkinkan mereka untuk membuat foto yang lebih baik. Ini jelas tidak terjadi. Pada kenyataannya, kamera 5 megapiksel yang sederhana akan menghasilkan hasil yang sama seperti kamera 10jt rupiah. Dengan itu dikatakan, Anda mungkin tidak dapat untuk memperbesar foto sebesar yang Anda bisa dengan kamera dengan resolusi yang lebih tinggi namun dengan kamera 5 megapiksel sederhana, Anda pasti akan dapat memperbesar foto sedikitnya satu 11x14. Dalam kebanyakan kasus, Anda tidak akan benar-benar membutuhkan sesuatu yang lebih besar sejauh pembesaran kecuali anda tahu bahwa mereka sedang mencari foto-foto besar dari Anda. 
Apabila anda berminat dan mempercayakan pre wedding dan wedding atau event lainnya yang membutuhkan jasa fotografi, silahkan hubungi kami. Terima kasih..